Posted by: dihya on: 7 Februari 2009
Sejarah Valentine’s Day!
Pada bulan Februari dan tepatnya tanggal 14, kita selalu menyaksikan media massa, mall/toko, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga diri hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal, yaitu Valentine’s Day. Biasanya mereka saling mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena mereka menganggap bahwa saat itu adalah “hari kasih sayang”. Benarkah demikian? Kamu pada mau tahu? Baca terus yach!
Dari namanya saya, kita udah bisa nebak, kalau Hari Kasih Sayang ini serasa memiliki perpaduan sebuah tradisi yang bernuansa Kristiani dan Roma kuno. Ada beberapa versi mengenai legenda dari sosok Valentina ini. Dahulu nich, seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama rekannya Santo Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II kala itu.
Masalahnya, kaisar tersebut menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang kuat.
Namun Valentine dan rekannya itu, secara diam-diam tetap menikahkan setiap pasangan muda yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah pernikahan. Hal ini dilakukannya secara rahasia. Lambat laun, aksi yang dilakukan olehnya pun tercium oleh Cladius II. Valentine harus menanggung perbuatannya. Ia dijatuhi hukuman mati.
Ada sebuah sumber yang menceritakan bahwa ia mati kerena menolong orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara akibat penganiayaan. Dalam legenda ini, Valentine didapati jatuh hati kepada anak gadis seorang sipir, penjaga penjara. Gadis yang dikasihinya senantiasa setia untuk menjenguk Valentine di penjara itu. Tragisnya sebelum ajal tiba bagi Valentine, ia meninggalkan pesan dalam sebuah surat untuknya. Ada tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda tangannya diakhir surat dan menjadi populer hingga saat ini “From Your Valentine”. Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap gadis yang dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa kini. Akhirnya, sekitar 200 tahun sesudah itu, Paus Gelasius, meresmikan tanggal 14 Februari tahun 496 sesudah maseh! sebagai hari untuk memperingati Santo Valentine.
Versi lain tentang Valentine dimulai pada zaman Roma kuno tanggal 14 Februari. Ini merupakan hari raga untuk memperingati Dewi Juno. Ia merupakan ratu dari segala dewa kepercayaan bangsa Roma. Orang Romawi pun mengakui kalau dewi ini merupakan dewi bagi perempuan dan perkawinan. Dan sehari setelahnya yakni tanggal 15 Februari merupakan perayaan Lupercalia. Kala itu, anak-anak lelaki dan perempuan harus dipisahkan satu sama lain.
Namun, pada malam, sebelum Lupercalia, nama-nama anak perempuan Romawi yang sudah ditulis di atas kertas dimasukkan ke dalam botol. Nah setiap anak laki-laki akan menarik kertas dari botol itu. Dan anak perempuan yang namanya tertulis di kertas itulah yang akan menjadi pasangannya selama festival Lupercalia berlangsung keesokan harinya. Kadang-kadang kebersamaan tersebut bertahan hingga lama. Akhirnya, pasangan tersebut saling jatuh cinta dan menikah di kemudian hari.
Nah, itulah sejarahnya hingga muncul istilah yang kita kenal sekarang sebagai ‘Valentine’s Day’. Valentine’s Day seluruhnya tidak lain bersumber pada penghormatan terhadap pastor dan pemujaan seks bebas. Bahkan, sesungguhnyalah tak ada kaitan dengan ‘kasih sayang’. Bila demikian, sangat disayangkan kalau kamu-kamu dan teman-teman kamu para remaja Islam terkena penyakit ngikut-ngikutan. Menjadi bebek-bebek dan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Duh……kecian deh lu!!!
Padahal Allah SWT telah berfirman,
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yeng kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya” (Al Isra’: 36)
So, dari paparan di atas kita tahu bahwa kisah cinta Valentine merupakan kisah cinta milik kalangan Kristen dan sama sekali tidak memiliki benang merah budaya dan peradaban dengan Islam.
Sumber : Smart Media
Gambar : bonnysharma.blogspot.com
[...] Ada Apa dengan V-Day? [...]
8 Februari 2009 pada 9:00 am
Ini entri yang menarik. Terima kasih sudah berbagi cerita. Kalau mau belajar lebih banyak lagi tentang Cinta, baca artikel Butir-Butir Cinta di blog saya. Salam kenal, sobat.
Lex dePraxis
Romantic Renaissance