<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>alfajr.net</title>
	<atom:link href="http://dihya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dihya.wordpress.com</link>
	<description>Moslem Enterprenuer</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Dec 2009 03:52:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dihya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>alfajr.net</title>
		<link>http://dihya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dihya.wordpress.com/osd.xml" title="alfajr.net" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dihya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://dihya.wordpress.com/2009/12/04/58/</link>
		<comments>http://dihya.wordpress.com/2009/12/04/58/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 03:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oma Irama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihya.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Side A : Telepon Diam2 Djatuh Hati Adikku Sajang Impianku Semalam Djangan Sesali Diriku Bila Kau Kembali Side B : Sip-Sipan Bedue Bagaikan Anak Jang Hilang Sekedar Berkenalan Peluk dan Tjiumlah Hilang Kisah Benalu<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=58&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dihya.files.wordpress.com/2009/12/newmalay025.jpg"><img src="http://dihya.files.wordpress.com/2009/12/newmalay025.jpg?w=296&#038;h=300" alt="" title="sip-sipan bedue" width="296" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-57" /></a></p>
<p>Side A :<br />
Telepon<br />
Diam2 Djatuh Hati<br />
Adikku Sajang<br />
Impianku Semalam<br />
Djangan Sesali Diriku<br />
Bila Kau Kembali</p>
<p>Side B :<br />
Sip-Sipan Bedue<br />
Bagaikan Anak Jang Hilang<br />
Sekedar Berkenalan<br />
Peluk dan Tjiumlah<br />
Hilang<br />
Kisah Benalu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihya.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihya.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihya.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihya.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihya.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihya.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihya.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihya.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihya.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihya.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihya.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihya.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihya.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihya.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=58&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihya.wordpress.com/2009/12/04/58/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76b17f21f4e375fdc8782ed8aaf7bd17?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfajr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihya.files.wordpress.com/2009/12/newmalay025.jpg?w=296" medium="image">
			<media:title type="html">sip-sipan bedue</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa PKS Terus Difitnah?</title>
		<link>http://dihya.wordpress.com/2009/02/07/mengapa-pks-terus-difitnah/</link>
		<comments>http://dihya.wordpress.com/2009/02/07/mengapa-pks-terus-difitnah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 03:21:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihya.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[PK-Sejahtera Online: Menjelang Pemilu 2009, dinamika politik semakin memanas. Upaya penyebaran isu, wacana negatif, dan fitnah terus bergulir. PKS yang selama ini dikenal sebagai partai da’wah yang konsisten dengan jargon “Bersih, Peduli, Profesional” terus digoyang citranya, tidak hanya terjadi di tingkat lokal tetapi sampai berdampak secara nasional. Setelah kader PKS M. Rifa’i Lubis difitnah melakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=52&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-53" title="pks-2009" src="http://dihya.files.wordpress.com/2009/02/pks-2009.jpg?w=300&#038;h=225" alt="pks-2009" width="300" height="225" />PK-Sejahtera Online: Menjelang Pemilu 2009, dinamika politik semakin memanas. Upaya penyebaran isu, wacana negatif, dan fitnah terus bergulir. PKS yang selama ini dikenal sebagai partai da’wah yang konsisten dengan jargon “Bersih, Peduli, Profesional” terus digoyang citranya, tidak hanya terjadi di tingkat lokal tetapi sampai berdampak secara nasional.<br />
<span id="more-52"></span><br />
Setelah kader PKS M. Rifa’i Lubis difitnah melakukan pencabulan kepada anak di bawah umur, kini Zulhamli Al Hamidi (anggota DPRD Kota Jambi) kembali menjadi objek fitnah.</p>
<p>Pemberitaan di beberapa media terkesan tidak berimbang, tidak mengacu pada fakta-fakta di lapangan. Dalam berita Liputan 6 Siang SCTV pada hari Rabu, 4 Februari 2009 pukul 12.00– yang ditonton oleh jutaan masyarakat Indonesia – penyiar televisi itu menyebut bahwa: menurut Polisi, saat ditangkap oleh Satpol PP Zulhamli sedang berhubungan intim dengan pemijat di panti pijat tersebut.</p>
<p>Dampak dari berita ini tentu sangat luas. Reaksi negatif muncul dari masyarakat luas terhadap PKS. Seluruh kader PKS se-Indonesia jelas amat terkejut mendengar berita di SCTV tersebut. Bahkan banyak kader PKS yang sedang merantau di luar negeri di berbagai benua, ikut mempertanyakan masalah ini. Padahal apa yang diberitakan oleh SCTV sungguh suatu fitnah yang nyata!</p>
<p>Dalam pertemuan yang digelar di Poltabes Jambi (Kamis/4 Februari 2009 pukul 14:00 WIB), Kabid. Bina Mitra Poltabes Jambi (Ibu Aswini) secara tegas membantah pernyataan sebagaimana yang dilansir oleh SCTV. Bantahan serupa juga disampaikan oleh Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Keduanya menyatakan: tidak ada tindakan mesum – apalagi hubungan intim – antara tertuduh Zulhamli dengan petugas perempuan di Panti pijat tradisional “Sehat Bersih”.</p>
<p>Apalagi jika persoalan ini dilihat dari sudut pandang kaidah hukum positif sebagaimana yang berlaku di Indonesia, sama sekali tidak ada aspek hukum yang dilanggar oleh Zulhamli. Selain tempat pijat tersebut memiliki izin operasional resmi dari Pemerintah Kota Jambi, petugas yang ditemui saat razia berlangsung adalah petugas perempuan resmi dan berseragam lengkap.</p>
<p>PKS mempertanyakan mengapa substansi pemberitaan menjadi liar dan tidak mengacu pada fakta-fakta di lapangan? Mengapa PKS terus difitnah? Kami melihat ada upaya dan i’tikad tidak baik untuk menyudutkan, menyerang dan merusak citra PKS secara bottom-up dan sistematis.</p>
<p>PKS sangat mengedepankan sistem dan mekanisme partai dalam menangani persoalan yang menimpa para kadernya. Di dalam struktur PKS, ada lembaga Dewan Syari’ah sebagai yang paling berhak menilai perilaku kader baik secara pribadi maupun di ranah publik (mengingat ada lebih dari 1000 kader PKS yang bekerja sebagai pejabat publik di Legislatif, Yudikatif, maupun Eksekutif).</p>
<p>Meskipun secara hukum tidak ada pelanggaran, namun secara etika kepartaian, seluruh kader PKS jelas tidak diperkenankan mengunjungi panti pijat karena konotasi tempat tersebut cenderung negatif di mata masyarakat.</p>
<p>Merasa dirugikan, PKS juga akan menuntut secara hukum pemberitaan di SCTV yang tidak didasari oleh fakta yang kuat, akurat, dan berimbang. PKS merasa diperlakukan tidak adil oleh media karena kesimpangsiuran ini menggerogoti kerja-kerja positif PKS selama ini di tengah masyarakat.</p>
<p>DPD Partai Keadilan Sejahtera<br />
Kota Jambi</p>
<p>Safrudin Dwi Apriyanto, S.Pd<br />
Ketua UmumKabid. Bina Mitra Poltabes Jambi (Ibu Aswini) secara tegas membantah pernyataan sebagaimana yang dilansir oleh SCTV. Bantahan serupa juga disampaikan oleh Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Keduanya menyatakan: tidak ada tindakan mesum – apalagi hubungan intim – antara tertuduh Zulhamli dengan petugas perempuan di Panti pijat tradisional “Sehat Bersih”.</p>
<p>Sumber : akhmad_ghozali (http://forum.detik.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihya.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihya.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihya.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=52&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihya.wordpress.com/2009/02/07/mengapa-pks-terus-difitnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76b17f21f4e375fdc8782ed8aaf7bd17?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfajr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihya.files.wordpress.com/2009/02/pks-2009.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pks-2009</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Apa dengan V-Day?</title>
		<link>http://dihya.wordpress.com/2009/02/07/ada-apa-dengan-v-day/</link>
		<comments>http://dihya.wordpress.com/2009/02/07/ada-apa-dengan-v-day/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 02:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebuah Catatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihya.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Valentine&#8217;s Day! Pada bulan Februari dan tepatnya tanggal 14, kita selalu menyaksikan media massa, mall/toko, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga diri hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal, yaitu Valentine&#8217;s Day. Biasanya mereka saling mengucapkan &#8220;selamat hari Valentine&#8221;, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=45&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-47" title="valentineday1" src="http://dihya.files.wordpress.com/2009/02/valentineday1.jpg?w=300&#038;h=300" alt="valentineday1" width="300" height="300" /><strong>Sejarah Valentine&#8217;s Day!</strong></p>
<p>Pada bulan Februari dan tepatnya tanggal 14, kita selalu menyaksikan media massa, mall/toko, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga diri hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal, yaitu Valentine&#8217;s Day. Biasanya mereka saling mengucapkan &#8220;selamat hari Valentine&#8221;, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena mereka menganggap bahwa saat itu adalah &#8220;hari kasih sayang&#8221;. Benarkah demikian? Kamu pada mau tahu? Baca terus yach!<span id="more-45"></span></p>
<p>Dari namanya saya, kita udah bisa nebak, kalau Hari Kasih Sayang ini serasa memiliki perpaduan sebuah tradisi yang bernuansa Kristiani dan Roma kuno. Ada beberapa versi mengenai legenda dari sosok Valentina ini. Dahulu nich, seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama rekannya Santo Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II kala itu.</p>
<p>Masalahnya, kaisar tersebut menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang kuat.</p>
<p>Namun Valentine dan rekannya itu, secara diam-diam tetap menikahkan setiap pasangan muda yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah pernikahan. Hal ini dilakukannya secara rahasia. Lambat laun, aksi yang dilakukan olehnya pun tercium oleh Cladius II. Valentine harus menanggung perbuatannya. Ia dijatuhi hukuman mati.</p>
<p>Ada sebuah sumber yang menceritakan bahwa ia mati kerena menolong orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara akibat penganiayaan. Dalam legenda ini, Valentine didapati jatuh hati kepada anak gadis seorang sipir, penjaga penjara. Gadis yang dikasihinya senantiasa setia untuk menjenguk Valentine di penjara itu. Tragisnya sebelum ajal tiba bagi Valentine, ia meninggalkan pesan dalam sebuah surat untuknya. Ada tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda tangannya diakhir surat dan menjadi populer hingga saat ini “From Your Valentine”. Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap gadis yang dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa kini. Akhirnya, sekitar 200 tahun sesudah itu, Paus Gelasius, meresmikan tanggal 14 Februari tahun 496 sesudah maseh! sebagai hari untuk memperingati Santo Valentine.</p>
<p>Versi lain tentang Valentine dimulai pada zaman Roma kuno tanggal 14 Februari. Ini merupakan hari raga untuk memperingati Dewi Juno. Ia merupakan ratu dari segala dewa kepercayaan bangsa Roma. Orang Romawi pun mengakui kalau dewi ini merupakan dewi bagi perempuan dan perkawinan. Dan sehari setelahnya yakni tanggal 15 Februari merupakan perayaan Lupercalia. Kala itu, anak-anak lelaki dan perempuan harus dipisahkan satu sama lain.</p>
<p>Namun, pada malam, sebelum Lupercalia, nama-nama anak perempuan Romawi yang sudah ditulis di atas kertas dimasukkan ke dalam botol. Nah setiap anak laki-laki akan menarik kertas dari botol itu. Dan anak perempuan yang namanya tertulis di kertas itulah yang akan menjadi pasangannya selama festival Lupercalia berlangsung keesokan harinya. Kadang-kadang kebersamaan tersebut bertahan hingga lama. Akhirnya, pasangan tersebut saling jatuh cinta dan menikah di kemudian hari.</p>
<p>Nah, itulah sejarahnya hingga muncul istilah yang kita kenal sekarang sebagai ‘Valentine’s Day’. Valentine’s Day seluruhnya tidak lain bersumber pada penghormatan terhadap pastor dan pemujaan seks bebas. Bahkan, sesungguhnyalah tak ada kaitan dengan &#8216;kasih sayang&#8217;. Bila demikian, sangat disayangkan kalau kamu-kamu dan teman-teman kamu para remaja Islam terkena penyakit ngikut-ngikutan. Menjadi bebek-bebek dan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Duh……kecian deh lu!!!</p>
<p>Padahal Allah SWT telah berfirman,<br />
&#8220;Dan janganlah kamu mengikuti apa yeng kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya&#8221; (Al Isra&#8217;: 36)</p>
<p>So, dari paparan di atas kita tahu bahwa kisah cinta Valentine merupakan kisah cinta milik kalangan Kristen dan sama sekali tidak memiliki benang merah budaya dan peradaban dengan Islam.</p>
<p>Sumber : Smart Media<br />
Gambar : bonnysharma.blogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihya.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihya.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihya.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihya.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihya.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihya.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihya.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihya.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihya.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihya.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihya.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihya.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihya.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihya.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=45&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihya.wordpress.com/2009/02/07/ada-apa-dengan-v-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76b17f21f4e375fdc8782ed8aaf7bd17?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfajr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihya.files.wordpress.com/2009/02/valentineday1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">valentineday1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Harus Bisnis?</title>
		<link>http://dihya.wordpress.com/2009/02/01/mengapa-harus-bisnis/</link>
		<comments>http://dihya.wordpress.com/2009/02/01/mengapa-harus-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 12:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihya.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[1. Agar menghargai waktu dan kerja keras 2. Agar mengerti apa itu resiko 3. Agar berjiwa merdeka 4. Agar menghargai silaturahmi 5. Agar berwawasan luas 6. Agar cerdas mengelola anggaran 7. Agar bisa belajar kepemimpinan 8. Agar merasakan indahnya shadaqoh 9. Agar lebih peka untuk bersyukur dan bersabar 10. Agar merasakan nikmatnya memberi kemanfaatan bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=38&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-39" title="gueneverdie" src="http://dihya.files.wordpress.com/2009/02/gueneverdie.jpg?w=172&#038;h=300" alt="gueneverdie" width="172" height="300" />1.	Agar menghargai waktu dan kerja keras<br />
2.	Agar mengerti apa itu resiko<br />
3.	Agar berjiwa merdeka<br />
4.	Agar menghargai silaturahmi<br />
5.	Agar berwawasan luas<br />
6.	Agar cerdas mengelola anggaran<br />
7.	Agar bisa belajar kepemimpinan<br />
8.	Agar merasakan indahnya shadaqoh<br />
9.	Agar lebih peka untuk bersyukur dan bersabar<br />
10.	Agar merasakan nikmatnya memberi kemanfaatan bagi banyak orang</p>
<p>Sumber : Novel Gue Never Die karya Salim A. Fillah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihya.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihya.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihya.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihya.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihya.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihya.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihya.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihya.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihya.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihya.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihya.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihya.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihya.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihya.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=38&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihya.wordpress.com/2009/02/01/mengapa-harus-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76b17f21f4e375fdc8782ed8aaf7bd17?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfajr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihya.files.wordpress.com/2009/02/gueneverdie.jpg?w=172" medium="image">
			<media:title type="html">gueneverdie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersemangat Walaupun Sering &#8216;Gagal&#8217;</title>
		<link>http://dihya.wordpress.com/2009/01/26/bersemangat-walaupun-sering-gagal/</link>
		<comments>http://dihya.wordpress.com/2009/01/26/bersemangat-walaupun-sering-gagal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 08:06:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihya.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma‘ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran, 3:104). Sebagaimana seruan ayat di atas, orang-orang beriman berikhlas diri dan berupaya menyampaikan kebaikan dan ajaran mulia yang terkandung dalam Al Qur’an. Mereka mengungkapkan kerusakan akhlak yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=35&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-36" title="semangat" src="http://dihya.files.wordpress.com/2009/01/semangat.jpg?w=58&#038;h=96" alt="semangat" width="58" height="96" />“<em>Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma‘ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung</em>.” (QS. Ali Imran, 3:104).<br />
<span id="more-35"></span><br />
Sebagaimana seruan ayat di atas, orang-orang beriman berikhlas diri dan berupaya menyampaikan kebaikan dan ajaran mulia yang terkandung dalam Al Qur’an. Mereka mengungkapkan kerusakan akhlak yang terjadi di masyarakat yang jauh dari agama. Seiring dengan itu, dengan kehendak Allah mereka pun membimbing manusia ke jalan yang benar. Karena telah merasakan sendiri kenikmatan hidup secara Islami, mereka pun berharap dan berusaha agar orang lain juga mengalami hal yang sama. Selain itu, karena mengetahui neraka benar-benar ada, mereka ingin menyelamatkan semua orang darinya, dengan anjuran menjalani kehidupan yang diridhai Allah. Bahkan keselamatan abadi bagi satu orang saja punya arti besar bagi orang-orang beriman. Inilah yang menyebabkan mereka punya keteguhan untuk mengorbankan apa saja dalam rangka menyelamatkan seseorang dari neraka dan membimbingnya menuju ampunan dan kasih sayang Allah. Mereka bahkan rela mencurahkan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun, siang dan malam, guna membimbing seseorang agar menerapkan nilai-nilai Islami yang baik. Demikian pula, mereka pun bersemangat mengeluarkan harta kekayaannya untuk tujuan yang satu ini. Semangat yang mereka rasakan memberikan kekuatan yang besar baik secara fisik maupun ruhani. Hingga akhir hayatnya mereka tidak pernah berhenti menyampaikan ajaran Allah dengan cara terbaik dan paling bijaksana.</p>
<p>Meski demikian, sekalipun semua upaya mereka pada akhirnya tidak mendatangkan hasil berupa turunnya hidayah kepada satu orang pun, mereka takkan pernah berputus asa. Sebab, kewajiban seorang mukmin hanyalah menyampaikan pesan Al Qur’an, sedangkan yang sesungguhnya memberikan hidayah kepada seseorang hanyalah Allah. Melalui Al Qur’an kita tahu bahwa banyak penyembah berhala di Mekkah yang tidak memeluk Islam, sekalipun Nabi Muhammad saw. telah melakukan berbagai upaya yang tulus dan sungguh-sungguh. Namun, segenap kerja keras yang telah beliau curahkan tetap mendapatkan ganjaran.</p>
<p>Di dalam Al Qur’an dinyatakan, semua nabi telah menunjukkan kebulatan tekad dan kegigihan yang sama dalam menyampaikan risalah dari Tuhan mereka. Berbagai kesukaran yang mereka hadapi tak pernah mematahkan semangat mereka. Sebaliknya, mereka senantiasa melakukan berbagai upaya untuk mengarahkan umat ke jalan yang benar. Kerja keras penuh semangat yang dilakukan Nabi Nuh a.s., misalnya, telah digambarkan sebagai berikut:</p>
<p>“<em>Nuh berkata: ‘Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah berdakwah kepada kaumku malam dan siang, namun dakwah itu hanya menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku berdakwah kepada mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri. Kemudian sesungguhnya aku telah berdakwah kepada mereka (untuk beriman) dengan cara terang-terangan, kemudian sesungguhnya aku (berdakwah kepada) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan diam-diam, maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun</em>’.” (QS. Nuh, 71:5-10).</p>
<p>Sebagaimana diungkapkan dalam sejumlah ayat di atas, Nabi Nuh a.s. telah menyampaikan risalah Allah dengan semangat yang tinggi untuk membukakan hati umatnya kepada jalan keselamatan dan kebahagiaan. Meskipun mereka selalu menolak, namun beliau tidak pernah patah semangat dalam menyampaikan keberadaan Allah beserta sifat-sifat-Nya. Kendati demikian, umatnya yang berkepala batu selalu saja berpaling setiap kali mendengarkan kebenaran. Karena semangat dan rasa suka cita yang dirasakannya dalam menjalankan perintah Allah untuk menyampaikan pesan-Nya, Nabi Nuh a.s. tidak mencela sikap mereka. Sebaliknya, beliau terus saja melanjutkan kewajibannya dengan keteguhan yang tiada surut. Meskipun umatnya menunjukkan keangkuhan, beliau berupaya mencari cara-cara lain yang memungkinkan guna melunakkan hati mereka. Niat beliau adalah untuk menyelamatkan mereka dari kerusakan masyarakat yang jauh dari ajaran Allah dengan cara mengingatkan kepada mereka mengenai kebesaran Allah, baik secara terang-terangan maupun diam-diam.</p>
<p>Perlu senantiasa kita ingat bahwa segenap upaya yang telah dikerahkan Nabi Nuh a.s. dan yang lainnya dalam menyampaikan risalah ini, dengan semangat yang tinggi dan keikhlasan, tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa ganjaran. Dengan izin Allah dan kemurahan-Nya, setiap kata yang disampaikan dan setiap saat yang dicurahkan di jalan-Nya akan diberi pahala berlipat ganda.</p>
<p>“<em>Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang melawat, yang rukuk yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu</em>.” (QS. At Taubah, 9:112).</p>
<p>Sumber : Majalah Insight Edisi 6 / Sept. 2003</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihya.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihya.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihya.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihya.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihya.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihya.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihya.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihya.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihya.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihya.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihya.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihya.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihya.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihya.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=35&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihya.wordpress.com/2009/01/26/bersemangat-walaupun-sering-gagal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76b17f21f4e375fdc8782ed8aaf7bd17?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfajr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihya.files.wordpress.com/2009/01/semangat.jpg?w=58" medium="image">
			<media:title type="html">semangat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah dalam Al-Qur&#8217;an (3/3)</title>
		<link>http://dihya.wordpress.com/2009/01/24/kisah-dalam-al-quran-33/</link>
		<comments>http://dihya.wordpress.com/2009/01/24/kisah-dalam-al-quran-33/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 06:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihya.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Faktor Pengulangan Kisah-kisah Al-Quran Salah satu pembahasan penting yang mungkin sering kita pertanyakan setiap kali kita menelaah kisah-kisah al-Quran adalah mengapa sebagian kisah al-Quran diulangi dalam surah yang lain? Untuk menjawab pertanyaan itu, perlu kita perhatikan dua poin berikut ini: a. Tujuan yang berbeda menuntut pengulangan kisah. Setiap kisah yang disebutkan dalam sebuah surah al-Quran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=32&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Faktor Pengulangan Kisah-kisah Al-Quran</strong><br />
Salah satu pembahasan penting yang mungkin sering kita pertanyakan setiap kali kita menelaah kisah-kisah al-Quran adalah mengapa sebagian kisah al-Quran diulangi dalam surah yang lain?<br />
<span id="more-32"></span><br />
Untuk menjawab pertanyaan itu, perlu kita perhatikan dua poin berikut ini:<br />
a. Tujuan yang berbeda menuntut pengulangan kisah. Setiap kisah yang disebutkan dalam sebuah surah al-Quran tentunya demi menggapai sebuah tujuan tertentu. Karena terdapat tujuan lain yang berbeda dengan tujuan tersebut, hal itu menuntut supaya kisah itu diulangi lagi di surah lain demi menggapai tujuan yang lain pula. Oleh karena itu, jika satu tujuan telah menjadi faktor untuk sebuah kisah supaya disebutkan pada sebuah surah, faktor lain yang berbeda dapat menjadi faktor tersendiri untuk kisah itu supaya disebutkan lagi di surah yang lain.</p>
<p>b. Karena dakwah Islam melalui periode yang berjenjang dan berbeda-beda, dan al-Quran juga turun sesuai dengan tuntutan setiap periode dakwah itu, secara logis kisah yang terdapat di dalamnya sesuai dengan tujuan yang ingin digapai dalam setiap periode dakwah itu akan mengalami pengulangan dalam beberapa surah.</p>
<p>Harapan kami, semoga rubrik ini dapat bermanfaat bagi kita dalam mengemban risalah Ilahiah yang suci ini dan kisah-kisah para nabi as ini dapat menjadi figur teladan dalam kita mengemban missi Ilahi. Amin!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihya.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihya.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihya.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihya.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihya.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihya.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihya.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihya.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihya.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihya.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihya.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihya.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihya.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihya.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=32&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihya.wordpress.com/2009/01/24/kisah-dalam-al-quran-33/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76b17f21f4e375fdc8782ed8aaf7bd17?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfajr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah dalam Al-Qur&#8217;an (2/3)</title>
		<link>http://dihya.wordpress.com/2009/01/24/kisah-dalam-al-quran-23/</link>
		<comments>http://dihya.wordpress.com/2009/01/24/kisah-dalam-al-quran-23/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 06:22:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihya.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Tujuan Kisah-kisah Al-Quran Jika kita menelaah kisah-kisah al-Quran dengan seksama, kita akan memahami bahwa dengan perantara kisah-kisah itu Allah ingin menyampaikan poin-poin penting yang dikemas dalam bentuk cerita dan kisah. Di antara tujuan-tujuan itu adalah sebagai berikut ini: a. Membuktikan kewahyuan al-Quran dan kebenaran missi Nabi SAW; semua yang diembannya adalah wahyu yang turun dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=30&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tujuan Kisah-kisah Al-Quran </strong><br />
Jika kita menelaah kisah-kisah al-Quran dengan seksama, kita akan memahami bahwa dengan perantara kisah-kisah itu Allah ingin menyampaikan poin-poin penting yang dikemas dalam bentuk cerita dan kisah. Di antara tujuan-tujuan itu adalah sebagai berikut ini:<br />
<span id="more-30"></span><br />
a. Membuktikan kewahyuan al-Quran dan kebenaran missi Nabi SAW; semua yang diembannya adalah wahyu yang turun dari Allah demi membimbing umat manusia ke jalan yang lurus. Dengan memperhatikan kecermatan dan kejujuran al-Quran dalam menukil kisah-kisah itu, kewahyuannya akan dapat dibuktikan. Al-Quran sendiri telah mengisyaratkan hal ini ketika ia menukil kisah-kisah para nabi, baik di permulaan maupun di akhir kisah.</p>
<p>Ia berfirman,<br />
“Kami akan menceritakan kepadamu cerita terbaik dengan apa yang telah Kami wahyukan al-Quran ini kepadamu meskipun sebelumnya engkau termasuk di antara orang-orang yang lupa (baca : tidak mengenal kisah itu)”. (Q.S. Yusuf [12] : 3)</p>
<p>Setelah menukil kisah Nabi Hud as, Ia berfirman,<br />
“Itu semua termasuk dari berita-berita ghaib (yang) Kami wahyukan kepadamu. Sebelum ini, engkau dan kaummu tidak mengetahuinya. Maka, bersabarlah! Karena masa depan berada di tangan orang-orang yang bertakwa”. (Q.S. Hûd [11] : 49)</p>
<p>b. Membuktikan kesatuan agama dan akidah seluruh nabi as. Karena mereka semua datang dari Allah, pondasi dakwah mereka adalah satu dan mereka mengajak umat manusia kepada satu tujuan. Dengan mengingatkan kembali tujuan yang satu ini, di samping ingin menegaskan kesatuan akar dakwah seluruh agama dan umat manusia, al-Quran juga ingin menekankan bahwa pondasi dakwah para nabi as tidak berbeda antara satu dengan lainnya.</p>
<p>Tujuan ini telah sering diisyaratkan dalam beberapa ayat al-Quran. Realita ini dapat kita telaah dalam surah al-A’râf [7] : 59, 65, 73, dan 85.<br />
Sebagai contoh, Allah berfirman,<br />
“Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu, ia berkata, ‘Wahai kaumku, sembahlah Allah, tiada Tuhan bagi kalian selain-Nya. Sesungguhnya aku takut azab yang besar terhadap kalian”. (Q.S. Al-A’râf [7] : 59)</p>
<p>Menyembah Allah adalah satu tujuan yang diproklamirkan oleh seluruh nabi dan rasul as.</p>
<p>c. Menjelaskan kesatuan metode dan sarana para nabi as dalam berdakwah, kesatuan sikap mereka dalam menghadapi masyarakat, bagaimana sikap masyarakat dalam menanggapi ajakan mereka, dan kesamaan adat-istiadat yang berlaku di dalam masyarakat ketika mereka mulai berdakwah.<br />
Realita ini dapat kita telaah bersama dalam surah Hûd [11] : 25, 27, 50, dan 61.</p>
<p>d. Menceritakan pertolongan-pertolongan Ilahi terhadap para nabi as dan menekankan realita bahwa peperangan ideologi itu pasti berakhir dengan kemenangan di pihak para penolong Allah. Dengan demikian, para nabi as akan semakin tegar dalam menjalankan missi mereka, dan para pengikut mereka akan lebih bersemangat untuk mengemban missi tersebut.<br />
Realita ini dapat kita renungkan bersama dalam surah al-‘Ankabût [29] : 14-16, 28, 34, 37, 38, 39, dan 40.</p>
<p>e. Membenarkan kabar-kabar gembira dan peringatan-peringatan Ilahi secara nyata dengan memberikan contoh-contoh nyata tentang hal itu. Semua itu adalah suatu implementasi dari rahmat Ilahi bagi orang-orang yang taat dan azab Ilahi bagi para pembangkang.</p>
<p>f. Menjelaskan rahmat dan nikmat Ilahi yang telah dicurahkan atas para nabi as sebagai hasil kedekatan hubungan mereka dengan Allah. Sebagai contoh, hal ini dapat kita temukan dalam kisah Nabi Sulaiman, Daud, Ibrahim, Isa, Zakaria, dan lain-lain.</p>
<p>g. Mengemukakan permusuhan kuno setan terhadap umat manusia di mana ia selalu menanti kesempatan untuk menyesatkannya. Kisah Nabi Adam as adalah sebuah contoh riil untuk hal ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihya.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=30&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihya.wordpress.com/2009/01/24/kisah-dalam-al-quran-23/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76b17f21f4e375fdc8782ed8aaf7bd17?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfajr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah dalam Al-Qur&#8217;an (1/3)</title>
		<link>http://dihya.wordpress.com/2009/01/24/kisah-dalam-al-quran-13/</link>
		<comments>http://dihya.wordpress.com/2009/01/24/kisah-dalam-al-quran-13/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 06:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihya.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Sejumlah ayat-ayat al-Quran telah memaparkan kisah dan cerita para nabi serta periode kehidupan mereka. Karena di balik kisah-kisah tersebut tersimpan pelajaran-pelajaran berharga dan kisah-kisah tersebut—pada hakikatnya—adalah harta simpanan yang memiliki banyak rahasia dan misteri, ayat-ayat tersebut telah mendapatkan perhatian dari para sejarawan, penulis buku sejarah dan kisah-kisah para nabi as dan para peneliti kajian agama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=24&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://dihya.files.wordpress.com/2009/01/alquran1.jpg?w=108&#038;h=96" alt="alquran1" title="alquran1" width="108" height="96" class="alignleft size-thumbnail wp-image-28" />Sejumlah ayat-ayat al-Quran telah memaparkan kisah dan cerita para nabi serta periode kehidupan mereka. Karena di balik kisah-kisah tersebut tersimpan pelajaran-pelajaran berharga dan kisah-kisah tersebut—pada hakikatnya—adalah harta simpanan yang memiliki banyak rahasia dan misteri, ayat-ayat tersebut telah mendapatkan perhatian dari para sejarawan, penulis buku sejarah dan kisah-kisah para nabi as dan para peneliti kajian agama secara istimewa. Setiap dari mereka telah mengambil pengetahuan sesuai dengan kemampuan masing-masing dari mata air segar itu.<br />
<span id="more-24"></span><br />
<strong>Perbedaan antara Kisah-kisah Al-Quran dan Kisah-kisah Lain</strong><br />
Secara mendasar, kisah-kisah al-Quran sangat berbeda dengan kisah-kisah lainnya dari berbagai segi dan sisi. Akan tetapi, dapat dikatakan bahwa titik pembeda paling urgen antara kedua jenis kisah itu adalah tujuan yang hendak digapainya. Pada hakikatnya, tujuan itulah yang menjadi pembeda utama antara kedua jenis kisah itu.</p>
<p>Setiap orang yang ingin menceritakan atau menulis sebuah cerita, ia pasti memiliki sebuah tujuan yang ingin dicapainya. Sebagian orang sangat meminati seni cerita karena unsur seninya belaka. Dengan kata lain, ia menekuni bidang seni ini supaya bakat seninya bertambah maju dan berkembang pesat. Sebagian yang lain menekuni bidang seni ini dengan tujuan hanya ingin mengisi kekosongan waktunya. Dan kelompok ketiga menelusuri kehidupan seni hanya ingin mengetahui dan menukil biografi dan sejarah generasi yang telah lalu.</p>
<p>Ringkasnya, setiap orang menekuni seni cerita ini atas dasar faktor dan dorongan tertentu, serta ingin menggapai tujuan yang diinginkannya. Hal itu dikarenakan seni cerita memiliki daya tarik khusus yang tidak dimiliki oleh seni-seni lainnya.</p>
<p>Al-Quran pun tidak luput dari kaidah di atas. Ia pun memiliki tujuan tertentu dalam kisah-kisah yang dipaparkannya. Yang pasti, tujuannya di balik pemaparan kisah-kisah itu tidak terlepas dari tujuan universalnya. Yaitu, hidayah dan memberikan petunjuk kepada umat manusia, mendidik mereka secara benar dalam setiap sisi kehidupan, mengadakan reformasi sosial secara mendasar, dan—akhirnya—menciptakan individu dan masyarakat yang saleh, berkepribadian Ilahi, dan beriman.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihya.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihya.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihya.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=24&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihya.wordpress.com/2009/01/24/kisah-dalam-al-quran-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76b17f21f4e375fdc8782ed8aaf7bd17?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfajr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihya.files.wordpress.com/2009/01/alquran1.jpg?w=108" medium="image">
			<media:title type="html">alquran1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Imlek Perayaan Agama atau Budaya?</title>
		<link>http://dihya.wordpress.com/2009/01/24/imlek-perayaan-agama-atau-budaya/</link>
		<comments>http://dihya.wordpress.com/2009/01/24/imlek-perayaan-agama-atau-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 05:01:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebuah Catatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihya.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Tahun Baru Imlek adalah salah satu hari raya Tionghoa tradisional, yang dirayakan pada hari pertama dalam bulan pertama kalender Tionghoa, yang jatuh pada hari terjadinya bulan baru kedua setelah hari terjadinya hari terpendek musim dingin (Latin: solstitium, bahasa Inggris: solstice). Namun, jika ada bulan kabisat kesebelas atau kedua belas menuju tahun baru, tahun baru Imlek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=15&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-17" title="pulaukemaro" src="http://dihya.files.wordpress.com/2009/01/pulaukemaro.jpg?w=258&#038;h=300" alt="pulaukemaro" width="258" height="300" /></p>
<p>Tahun Baru Imlek adalah salah satu hari raya Tionghoa tradisional, yang dirayakan pada hari pertama dalam bulan pertama kalender Tionghoa, yang jatuh pada hari terjadinya bulan baru kedua setelah hari terjadinya hari terpendek musim dingin (Latin: solstitium, bahasa Inggris: solstice). Namun, jika ada bulan kabisat kesebelas atau kedua belas menuju tahun baru, tahun baru Imlek akan jatuh pada bulan ketiga setelah hari terpendek. Pada tahun 2005 hal ini terjadi dan baru akan terjadi lagi pada tahun 2033.<br />
<span id="more-15"></span><br />
Hari raya ini juga dikenal sebagai 春節 Chūnjié (Festival Musim Semi), 農曆新年 Nónglì Xīnnián (Tahun Baru), atau 過年 Guònián.</p>
<p>Imlek dirayakan di seluruh dunia, termasuk di Pecinan di berbagai negara, dan merupakan hari raya terpenting bagi bangsa Tionghoa, dan banyak bangsa Asia Timur seperti bangsa Korea dan Vietnam (Tết) yang memiliki hari raya yang jatuh pada hari yang sama.</p>
<p><strong>Cap Go Meh</strong></p>
<p>Perayaan Cap Gomeh (Hokian) atau Yuan Xiaojie 2560 yang akan dipusatkan di Klenteng Hok Ceng Bio, di tengah Pulau Kemaro, sebuah delta di Sungai Musi sekitar 5 km sebelah hilir Jembatan Ampera. Perayaan Cap Gomeh yang jatuh pada hari ke-15 atau hari terakhir dari masa perayaan Imlek dalam penanggalan lunar tersebut, biasanya bukan hanya diikuti kalangan etnis Tionghoa dari Provinsi Sumsel, tetapi juga berasal dari Batam, Riau, Bangka, dan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.</p>
<p>Kehadiran mereka karena Pulau Kemaro memiliki daya tarik sendiri, seperti adanya pemakaman Siti Aisyah dan Pengaran Ceng Ho. Banyak etnis Tionghoa memercayai dengan datang ke tempat tersebut dan memanjatkan doa, semua harapan bisa terwujud. Kepercayaan lain, jika sepasang kekasih datang ke pulau tersebut, hubungan mereka tidak akan bertahan lama.</p>
<p>Pada perayaan Cap Gomeh yang juga disebut Yuanxi, Yuanye atau Shang Yuanjie dalam bahasa Tionghoa, masyarakat Tionghoa biasanya mengadakan pesta besar-besaran. Begitu pula di Palembang, ribuan masyarakat etnis China maupun pribumi, termasuk yang datang dari berbagai kota bahkan dari luar negeri seperti Singapura dan Malaysia, akan berkunjung ke Pulau Kemaro untuk melakukan sembahyang atau berziarah. Perayaan ini berlangsung selama dua hari.</p>
<p>Di Pulau Kemaro, perayaan Cap Gomeh menggambarkan kegiatan peribadatan yang sekaligus juga merupakan perkawinan budaya yang sebenarnya. Selain barongsai dan liong yang meramaikan malam puncak Cap Gomeh, hadir pula kelompok tanjidor dan penyembelihan kambing persembahan.</p>
<p>Tepat pukul 24.00 WIB, umat dengan dipimpin Pengurus Kelenteng akan menyembelih seekor kurban berupa kambing hitam di depan Makam Siti Fatimah. Setelah itu, 20 kambing lainnya yang dibawa juga disembelih. Sedikitnya 200 ekor kambing disembelih selama perayaan dua hari dua malam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihya.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihya.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihya.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=15&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihya.wordpress.com/2009/01/24/imlek-perayaan-agama-atau-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76b17f21f4e375fdc8782ed8aaf7bd17?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfajr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihya.files.wordpress.com/2009/01/pulaukemaro.jpg?w=258" medium="image">
			<media:title type="html">pulaukemaro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemilu</title>
		<link>http://dihya.wordpress.com/2009/01/23/10/</link>
		<comments>http://dihya.wordpress.com/2009/01/23/10/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 13:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebuah Catatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihya.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari lagi bangsa kita akan  mengadakan sebuah pesta demokrasi  untuk memilih anggota legislatif dan  presiden, tepatnya tgl 9 April 2009  nanti. Teringat sebuah lagu yang manis dari  Raja Dangdut Rhoma Irama tentang hal  ini. Tapi sekarang bukan cuma 3 gambar  partai tapi 51 partai, nah lho bingung  khan??? Gak usah bingung, gunakan hati  nurani&#8230;OK &#8220;PEMILU&#8221; Mari kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=10&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-11" title="pemilu" src="http://dihya.files.wordpress.com/2009/01/pemilu.jpg?w=213&#038;h=282" alt="pemilu" width="213" height="282" /></p>
<p><strong></strong><strong></strong>Beberapa hari lagi bangsa kita akan  mengadakan sebuah pesta demokrasi  untuk memilih anggota legislatif dan  presiden, tepatnya tgl 9 April 2009  nanti.</p>
<p>Teringat sebuah lagu yang manis dari  Raja Dangdut Rhoma Irama tentang hal  ini. Tapi sekarang bukan cuma 3 gambar  partai tapi 51 partai, nah lho bingung  khan??? Gak usah bingung, gunakan hati  nurani&#8230;OK<br />
<span id="more-10"></span><br />
<strong>&#8220;PEMILU&#8221;</strong></p>
<p>Mari kita ramaikan, mari kita sukseskan<br />
Pemilihan umum<br />
(Pemilu, pemilu-pemilu-pemilu)<br />
Dengan kebersamaan mari kita  sukseskan<br />
Pemilihan umum<br />
(Pemilu, pemilu-pemilu-pemilu)</p>
<p>Pemilu itu bebas dan rahasia<br />
Umum pula sifatnya bagi yang dewasa<br />
Bebas artinya tidak boleh dipaksa<br />
Dan itu rahasia bagi kita semua</p>
<p>Mari kita amalkan aturan permainan<br />
Jangan sampai menyimpang berbuat kecurangan</p>
<p>Tunjukkan kejujuran dalam pelaksanaan<br />
Pemilihan umum<br />
(Pemilu, pemilu-pemilu-pemilu)<br />
Tegakkan keadilan dalam pelaksanaan<br />
Pemilihan umum<br />
(Pemilu, pemilu-pemilu-pemilu)</p>
<p>Di antara tiga tanda gambar<br />
Pilih satu yang paling Anda suka<br />
(Pilih satu yang paling Anda suka)<br />
Apabila ada yang memaksa<br />
Itulah pengkhianat Pancasila<br />
(Itulah pengkhianat Pancasila)</p>
<p>Jangan takut dan jangan gentar<br />
Kedaulatan di tangan Anda<br />
Jangan takut dan jangan gentar<br />
Hak pilihmu dilindungi negara</p>
<p>Sumber gambar : http://diancandra.multiply.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihya.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihya.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihya.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihya.wordpress.com&amp;blog=1543106&amp;post=10&amp;subd=dihya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihya.wordpress.com/2009/01/23/10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/76b17f21f4e375fdc8782ed8aaf7bd17?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfajr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihya.files.wordpress.com/2009/01/pemilu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pemilu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
